SMK NEGERI 3 PONTIANAK
Nama : TWENY CHUNG
Kelas : XII AK 1
Email : Tweny.chung87@gmail.com
Kelas : XII AK 1
Email : Tweny.chung87@gmail.com
A.
Resume
·
Analisis
Rasio Keuangan
Analisis rasio merupakan teknik
atau alat pengukur prestasi perusahaan dalam hal
menentukan tingkat likuiditas,
solvabilitas, keefektifan operasi, serta derajat keuntungan perusahaan.
1. Rasio Likuiditas
Likuiditas
adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya pada saat
ditagih. Adapun rasio likuiditas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Tujuan
rasio likuiditas atau rasio modal kerja bagi kreditur jangka pendek, bank,
manajemen, serta para kreditur jangka panjang sangatlah penting untuk
menganalisis dan menginterpretasikan posisi keuangan jangka pendek, untuk
mengecek efektivitas modal kerja yang di gunakan dalam perusahaan.
Semua perusahaan dikatakan
mempunyai posisi keuangan yang kuat apabila mampu :
a)
Memenuhi
kewajiban-kewajiban jangka pendeknya tepat waktu.
b)
Memelihara
modal kerja yang cukup untuk operasi yang normal, artinya keuangan dapat
memenuhi untuk kegiatan intern.
c)
Membayar
bunga dan deviden yang segera dibayar.
d)
Memelihara
tingkat kredit yang menguntungkan.
Secara
umum dapat disimpulkan bahwa likuiditas adalah perbandingan antara aktiva
lancar dengan utang lancar. Besarnya perbandingan atau rasio terbaik antara
aktiva lancar dengan utang lancar adalah sekitar 2 : 1. Namun demikian, angka
tersebut tidaklah multlak. Besarnya rasio dapat ditentukan sesuai dengan jenis
usaha dan kebijakan keuangan masing-masing.
Berikut
adalah rasio pengukuran likuiditas.
a. Current ratio
Current ratio adalah rasio yang
menggambarkan kemampuan perusahaan memenuhi utang lancarnya dengan aktiva
lancarnya.
b.
Quick
ratio (acid test ratio)
Quick ratio ini mengukur
kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan tidak
memperhitungkan nilai persediaan, karena persediaan dianggap kurang cepat dapat
dijadikan uang. Sehingga rasio ini hanya membandingkan antara harta lancar
selain persediaan barang dengan utang lancar. Jadi, rumusnya adalah :
c.
Cash
ratio
Rumus
ratio kas adalah
Cash
ratio adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan memenuhi utang
lancarnya dengan menggunakan aktiva yang paling lancar yaitu kas dan efek.
d.
Working
capital to total assets ratio
Rumus
rasio modal kerja dengan total aktiva (working capital to total assets) ratio
digunakan untuk mengukur likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja netto.
2. Rasio
Solvabilitas
Rasio yang menggambarkan kemampuan
perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajiban dengan aset yang dimilikinya
disebut rasio solvabilitas.
Solvabilitas suatu perusahaan adalah
kemampuan perusahaan untuk membayar utang dalam jangka panjang. Masalah
solvabilitas menyangkut kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka pendek
dan jangka panjangnya. Akan tetapi para kreditur atau pemegang saham selain
tertarik pada kondisi jangka pendek, mereka lebih berminat pada kondisi jangka
panjang, karena posisi keuangan jangka pendek betapapun baiknya tidaklah selalu
parallel denga n posisi keuangan jangka panjang.
Tujuan rasio solvabilitas atau rasio
mengukur efektivitas operasi, sangat berguna untuk kepentingan kreditur jangka
panjang atau para pemegang saham. Rasio ini mengukur dan menganalisis posisi
keuangan jangka panjang dan hasil operasinya. Sehingga dapat diketahui hal
berikut.
a.
Apakah
perusahaan sudah menggunakan secara baik atau menguntungkan modal yang
merupakan pinjaman.
b.
Apakah
modal yang diperoleh sudah diinvestasikan dalam keseimbangan yang baik.
c.
Apakah
jumlah investasi dalam harta yang dioperasikan sesuai dengan penghasilan atau
volume penjualan di waktu mendatang.
Dalam literature
anglosaxon,solvabilitas sering disebut sebagai actual solvency,sedangkan perhitungan solvabilitas,aktiva tidak
berwujud (intangible assets)tidak
ikut diperhitungkan.
Berikut adalah
rasio pengukuran solvabilitas.
a. Debt
ratio
Debt
ratio adalah kemampuan menutupi seluruh utangnya dengan aset yang dimiliki.
b. Debt
to equity ratio
Debt
to equity ratio adalah kemampuan perusahaan menutupi seluruh utangnya dengan
modal yang dimiliki.
c. Long
term debt to equity ratio
Long
term debt to equity ratio adalah kemampuan perusahaan untuk menutupi utang
jangka panjang dengan modal sendiri.
3.
Ratio Rentabilitas atau Profibilitas
Ratio rentabilitas atau
profibilitas perusahaan adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan
laba dari sejumlah dana yang diinvestasikan,untuk periode atau jangka waktu
tertentu.
Tujuan rasio rentabilitas adalah
merupakan rasio untuk mengukur prestasi perusahaan dalam hal mendapatkan
keuntungan atau rentabilitas usaha atas modal yang kita gunakan.Rasio ini
merupakan alat pengukur prestasi dari manajemen perusahaan atau pengelola
perusahaan.
Pengukuran keuntungan yang
dicapai perusahaan dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai cara antara lain
dengan menggunakan rasio ekonomis dan rentabilitas modal sendiri atau dengan
menggunakan cara lain yang biasa digunakan aliran anglosaxis,seperti atau dengan
menggunakan gross profit margin,operating profit margin,dan earning power of total investment.
Dalam
praktik, untuk menilai rentabilitas dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:
a. Membandingkan
antara laba operasi atau usaha dengan aktiva operasi.
b. Membandingkan
laba bersih setelah panjang pajak penghasilan dengan aktiva operasi.
c. Membandingkan
laba bersih setelah pajak penghasilan dengan keseluruhan aktiva tetap berwujud.
d. Membandingkan
laba bersih setelah pajak penghasilan dengan modal sendiri.
Dari cara yang digunakan, terdapat dua cara yang paling
sering dan populer digunakan, yaitu rentabilitas ekonomi dan rentabilitas modal
sendiri.
a. Rentabilitas
ekonomi
adalah penjualan barang dagangan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Tingkat rentabilitas ekonomi digunakan sebagai alat untuk mengukur efisiensi penggunaan modal serta dapat mengukur kemampuan suatu perusahaan, berapa besar laba yang dapat diperoleh dari seluruh modal yang digunakan dalam operasinya.
adalah penjualan barang dagangan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Tingkat rentabilitas ekonomi digunakan sebagai alat untuk mengukur efisiensi penggunaan modal serta dapat mengukur kemampuan suatu perusahaan, berapa besar laba yang dapat diperoleh dari seluruh modal yang digunakan dalam operasinya.
Dalam pengukuran rentabilitas
ekonomi, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.
1) Modal
yang diperhitungkan hanyalah modal operasi yang benar-benat digunakan dalam
perusahaan (operating capital atau operating assets).
2) Laba
yang diperhitungkan hanyalah laba yang berasal dari operasi perusahaan berupa
laba usaha neto (net operating income).
b.
Rentabilitas modal sendiri
Rentabilitas
modal sendiri atau disebut juga rentabilitas usaha adalah perbandingan antara
jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri dan jumlah modal sendiri
yang menghasilkan laba tersebut. Di sini berarti menyangkut kemampuan
perusahaan untuk memperoleh laba dengan menggunakan sejumlah modal yang
dioperasikan dalam perusahaan.
Dalam
mengukur modal sendiri, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. modal sendiri yang diperhitungkan
adalah yang benar-benar digunakan dalam operasi perusahaan
2. laba yang diperhitungkan adalah
laba setelah dikurangi dengan bunga modal asing (Pinjaman) dan pajak
penghasilan. Pengukuran modal sendiri dalam aliran Anglosaxis disebut dengan
istilah rate of return on net worth of return for the owner.berikut adalah
beberapa cara lain untuk mengukur rentabilitas/profibilitas suatu perusahaan.
a) Marjin laba kotor
rasio
marjin laba kotor (Gross Profit Margin) digunakan untuk mengukur keuntungan
atau laba kotor dari setiap rupiah penjualan. Rumusnya sebagai berikut.
b) Marjin laba operasi
rasio
marjin laba operasi (operating profit
marjin/operating income ratio) digunakan untuk mengukur laba operasi sebelum
harga dan pajak yang dihasilkan oleh setiap rupiah penjualan.
C. Marjin laba neto
Rasio marjin laba neto (net profit
margin) atau marjim penjualan (sales margin) digunakan untuk mengukur
keuntungan atau laba neto per rupiah penjualan.
D. Kemampuan memperoleh laba dari total
investasi
Rasio perolehan keuntungan dari
total investasi (eaming power of total investmen) digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal yang
diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva, untuk menghasilkan keuntungan bagi
semua investor (pemegang obligasi dan saham).
E. Kemampuan memperoleh laba neto dari total
investasi
Rasio perolehan laba neto dari modal investasi (net
earnings power ratio/rate of return of investment) digunakan untuk mengukur
kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk
menghasilkan keuntungan/laba neto.
F. Return on investment (ROI)
Analisis return on investmen
merupakan salah satu bentuk rasio rentabilitas,dimasukan untuk mengukur
kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang diinvestasikan dalam aktiva
yang digunakan untuk operasinya dalam mnghasilkan keuntungan. Sebutan lain
rasio ini adalah (net operating profit rate of return) atau operating earning
power. Besarnya ROI dipengaruhi oleh dua faktor yaitu perputaran aktiva dan
besarnya keuntungan usaha (profit margin).
Maka rumusan dari ROI adalah:
Maka rumusan dari ROI adalah:
4. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas adalah rasio yang
menggambarkn kemampuan perusahaan dalam menggunakan asetnya dengan efisien. Ratio
ini digunakan untuk menghitung sejauh mana efektivitas manajemen dalam mengelola
sumber-sumber dana perusahaan dalam satu periode.
a.
Inventory
turn over
Invebtory
tum over ( perputaran persediaan ) adalah kemampuan perusahaan dalam
menggunakan persediaan secara efisien.
b.
Asset
turn over
Asset
tum over adalah kemampuan perusahaan dalam menggunakan asetnya secara efisien.
c.
Receivable
turn over
Receivable
tum over adalah kemampuan perusahaan memperhitungkan piutangnya secara efisien.
Makin
tinggi rasio menunjukan modal kerja yang ditanam pada perusahaan rendah.
Sebaliknya, jika rasio hal ini menunjukkan over investment dalam
piutangsehingga perlu dianalisis lebih lanjut penyebabnya.
B . SOAL PILAHAN GANDA
1.
Rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan
memenuhi utang lancarnya dengan menggunakan aktiva yang paling lancar yaitu kas
dan efek adalah …
a.
Cash
Ratio d.
Debt Ratio
b.
Current
Ratio e.
Debt to Equity Ratio
c.
Quick
Ratio
Jawab : a. Cash Ratio
2. Berikut ini yang bukan merupakan
hal yang ditentukan dalam pengukuran prestasi perusahaan adalah…
a.
Tingkat
likuiditas d. derajat
keuntungan perusahaan
b.
Solvabilitas e.
tingkat pendapatan karyawan
c.
Keefektifan
operasi
Jawab : e . tingkat pendapatan
karyawan
3. Yang bukan merupakan hal yang
dapat membuat sebuah perusahaan dikatakan mempunyai posisi keuangan yang kuat
adalah …
a.
Memenuhi
kewajiban-kewajiban jangka pendeknya tepat waktu
b.
Memelihara
modal kerja yang cukup untuk operasi yang normal
c.
Menambah
pendapatan setiap bulan
d.
Membayar
bunga dan deviden yang segera dibayar
e.
Memelihara
tingkat kredit yang menguntungkan
Jawab
: c. Menambah pendapatan setiap bulan
4. Ratio yang hanya membandingkan
antara harta lancer selain persediaan barang dengan utang lancer adalah ..
a.
Current
ratio d.
debt ratio
b.
Cash
ratio e.
debt to equity ratio
c.
Quick
ratio
Jawab : c. Quick ratio
5. Rasio yang menggambarkan
kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya disebut …
a.
Rasio
likuiditas d.
Rasio solvabilitas
b.
Ratio
rentabilitas e.
Rasio profibilitas
c.
Ratio
aktivitas
Jawab : a. Rasio likuiditas
6. Receivables turn over adalah …
a.
Kemampuan
perusahaan dalam menggunakan persediaannya secara efisien
b.
Kemampuan
perusahaan dalam menggunakan asetnya secara efisien
c.
Kemampuan
perusahaan memperhitungkan piutangnya secara efisien
d.
Kemampuan
perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya pada saat ditagih
e.
Kemampuan
menutupi seluruh utangnya dengan aset yang dimiliki
Jawab
: c. Kemampuan perusahaan memperhitungkan piutangnya secara efisien
7.
Ratio
aktivitas digunakan untuk …
a.
Menghitung
sejauh mana efektivitas manajemen dalam mengelola sumber-sumber dana perusahaan
dalam satu periode
b.
Mengukur
kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan
keuntungan/laba neto
c.
Mengukur
keuntungan atau laba neto per rupiah penjualan
d.
Mengukur
laba operasi sebelum bunga dan pajak yang dihasilkan oleh setiap rupiah
penjualan
e.
Mengukur
kemampuan perusahaan memenuhi utang lancarnya dengan aktiva lancarnya
Jawab
: a. Menghitung sejauh mana efektivitas manajemen dalam mengelola sumber-sumber
dana perusahaan dalam satu periode
8. Debt ratio adalah …
a.
Kemampuan
perusahaan untuk menutupi utang jangka panjang dengan modal sendiri
b.
Kemampuan
perusahaan menutupi seluruh utangnya dengan modal yang dimiliki
c.
Kemampuan
menutupi seluruh utangnya dengan aset yang dimiliki
d.
Kemampuan
perusahaan memenuhi utang lancarnya dengan menggunakan aktiva yang paling
lancer
e.
Kemampuan
perusahaan memenuhi utang lancarnya dengan aktiva lancarnya
Jawab
: c. Kemampuan menutupi seluruh utangnya dengan aset yang dimiliki
9.
Net earnings power ratio adalah nama lain dari …
a.
Marjin
laba neto
b.
Marjin
laba operasi
c.
Marjin
laba kotor
d.
Kemampuan
memperoleh laba dari total investasi
e.
Kemampuan
memperoleh laba neto dari total investasi
Jawab
: e. Kemampuan memperoleh laba neto dari total investasi
10. Dua faktor yang mempengaruhi
besarnya ROI adalah …
a.
Perputaran
aktiva dan besarnya keuntungan usaha
b.
Modal
usaha dan keuntungan usaha
c.
Perputaran
aktiva dan jenis usaha
d.
Perputaran
aktiva dan perputaran persediaan
e.
Perputaran
persediaan dan besarnya keuntungan usaha
Jawab : a. Perputaran aktiva dan
besarnya keuntungan usaha
C
. SOAL ESSAI
1. Apa yang dimaksud sebagai
likuiditas?
Jawab : likuiditas adalah
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya pada saat ditagih
2. Apakah tujuan dari ratio
likuiditas?
Jawab : menganalisis dan
menginterpretasikan posisi keuangan jangka pendek, untuk mengecek efektivitas
modal kerja yang di gunakan dalam perusahaan.
3. Hal apa saja yang perlu
diperhatikan dalam mengukur modal sendiri?
Jawab : 1)Modal
yang diperhitungkan hanyalah modal operasi yang benar-benat digunakan dalam
perusahaan (operating capital atau operating assets).
2)Laba
yang diperhitungkan hanyalah laba yang berasal dari operasi perusahaan berupa
laba usaha neto (net operating income).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar